Minggu, 18 Juli 2021

RANGKUMAN MATERI PPKN (TEMA 1 KELAS 5)

 


PPKN

 

-                    Dasar negara Indonesia adalah Pancasila

-              Pancasila disahkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

-          Nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila :

1.   Nilai yang ada pada sila ke-1, yaitu :

a.    Toleransi beragama

b.   Bebas memilih agama

c.    Bebas beribadah sesuai agama yang di anut

d.   Menghormati agama orang lain

 

2.   Nilai yang ada pada sila ke-2, yaitu :

a.   Tenggang rasa (menghormati perasaan orang lain)

b.   Persamaan hak

c.    Persamaan kedudukan

d.  Sifat kemanusiaan (menjenguk teman yang sakit, menyumbang korban bencana alam)

e.   Tolong menolong / berbagi / mengikuti ronda malam

 

3.   Nilai yang ada pada sila ke-3, yaitu :

a.    Cinta tanah air, mempelajari kebudayaan tanah air.

b.   Rela berkorban

c.    Gotong royong

d.   Mematuhi aturan negara

e.    Bangga dengan produk dalam negeri

f.     Mengikuti upacara bendera

 

4.   Nilai yang ada pada sila ke-4 yaitu :

a.    Musyawarah untuk mencapai mufakat

b.   Kebersamaan

c.    Kekeluargaan

d.   Mendahulukan kepentingan umum

 

5.   Nilai yang ada pada sila ke-5, yaitu :

a.    Adil

b.   Kerja keras

c.    Gemar menabung

d.   Menghargai orang lain

 

 

-          Tri kerukuknan beragama, yaitu      :

a.    Kerukunan intern beragama

b.   Kerukunan antar beragama

c.    Kerukunan umat beragama dengan pemerintah


Tujuan Tri Kerukunan Umat beragama, yaitu :

1. Meningkatkan ketaqwaan bagi seluruh umat beragama kepada tuhannya.

2. Menjamin kebebasan beragama di tengah-tengah ragamnya agama beserta penafsirannya.

3. Menjadisarana untuk menciptakan suasana kebersamaan dalam wujud ketertiban nasional.

4. Menumbuhkankembangkan sikap persaudaraan antar individu hingga munculnya hubungan timbal balik di seluruh lapisan masyarakat.

5. Ikut andil dalam menyukseskan pembangunan bangsa serta menjaga keberagaman NKRI tetap utuh.

contoh penerapan Pancasila di lingkungan keluarga yaitu :

1.   Saling berbagi

2.   Saling tolong menolong kepada saudara

3.   Saling mengasihi dan menyayangi

 

-          Contoh penerapan Pancasila di lingkungan masyarakat yaitu :

1.   Pemilu (pemilihan umum)

2.   Musyawarah

3.   Mengikuti ronda malam

4.   Toleransi beragama

5.   Gotong royong

 

-          Contoh penerapan Pancasila dilingkungan sekolah yaitu :

1.   Tidak memilih-milih teman

2.   Mengikuti upacara bendera

3.   Menaati peraturan

 

-          Lambang Pancasila :

a.    Sila ke-1 : bintang

b.   Sila ke-2 : rantai

c.    Sila ke-3 : pohon beringin

d.   Sila ke-4 : kepala banteng

e.    Sila ke-5 : padi dan kapas

 

-          Ciri khas bangsa Indonesia bisa dilihat dari keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia

-          Asal muasal nenek moyang di Indonesia dibagi menjadi 2 teori :

1.   Berasal dari daratan cina selatan, provinsi yunan datang ke Indonesia melalui 2 gelombang.

a.    Gelombang pertama terjadi pada 3000 th yang lalu, dikenal dengan nama proto melayu atau melayu tua. Proto melayu ini sekarang menjadi suku batak, dayak, toraja.

b.   Gelombang kedua terjadi pada 2000 th yang lalu, dikenal sebagai Deutro Melayu atau melayu muda. Deutro melayu sekarang menjadi suku jawa, Minangkabau, bali, makassar, bugis dan sunda.

 

2.   Menurut teori nusantara, nenek moyang Indonesia tidak berasal dari luar melainkan sudah tetapi sudah berkembang di nusantara pada abad ke-19 SM.

 

-          Keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia adalah :

a.    Suku

b.   Budaya

c.    Agama

d.   Tradisi

e.    Rumah adat

f.     Baju adat

g.    senjata

 

-          Faktor yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman di Indonesia adalah geografis Indonesia yang berbeda-beda disetiap wilayah nya.

-          Cara melestarikan budaya di Indonesia :

1.   Mengenal dan mempelajari budaya Indonesia

2.   Ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya

3.   Mengajarkan budaya secara turun temurun

4.   Mencintai budaya sendiri

5.   Merasa bangga akan budaya sendiri

 

-          Manfaat melestarikan budaya :

1.   Dikenal masyarakat luas

2.   Menarik wisatawan

3.   Mencegah kepunahan budaya

4.   Tumbuhnya rasa cinta tanah air

 

-          Rumah adat di Indonesia :

1.   Minangkabau, Sumatra Barat = Rumah gadang


2.   Jawa Tengah, Yogyakarta = Rumah Joglo 


3.   Papua = Rumah Honai



4.   Kalimantan Timur = Rumah Lamin










5.   dll



-          Suku yang ada di Indonesia :

1.   Jawa tengah, Jawa Timur = suku jawa

2.   Jawa barat = suku sunda

3.   Kalimantan timur = suku dayak

4.   Kalimantan selatan = suku banjar

5.   Sumatra utara = suku batak

6.   Sumatara barat = suku padang

7.   Papua = suku asmat

8. Sulawesi = suku minahasa 

9. Madura = suku madura

10. Sumatra = suku melayu

11. Sulawesi selatan = suku bugis

12. DKI = suku betawi

13. Pulau maluku = suku ambon

14. Banten = suku baduy

15.  Dll.




 

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1

 

    Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Sehingga guru harus menjadi petani yang bisa menanam dan merawat benih-benih tersebut. Setiap anak memiliki keunikan, karena mereka terlahir dengan kodrat dan latar belakang keluarga yang berbeda-beda, sehingga karakteristik dan minatnya anak berbeda-beda. Untuk mengatasi perbedaan tersebut guru harus melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. 
    Guru merupakan pemimpin untuk mengembangkan sikap dan praktik yang saling mendukung timbulnya lingkungan belajar yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Sehingga guru seharusnya menjiwai nilai dan peran juga mempunyai visi. Guru juga yang dapat menerapkan budaya positif dengan membuat kesepakatan kelas. Sehingga lingkungan belajar bisa terbentuk dan sangat berpengaruh untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi.
    Pembelajaran berdiferensiasi adalah keputusan yang dilakukan oleh guru dimana setiap pembelajaran harus berorientasi kepada kebutuhan murid dengan memperhatikan aspek kesiapan belajar anak. Keputusan yang dibuat oleh guru terkait dengan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu lingkungan belajar, kurikulum, merespon kebutuhan belajar muridnya, penilaian berkelanjutan, dan manajemen kelas yang efektif.
    Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru harus memperhatikan 3 aspek kebutuhan belajar. Kebutuhan belajar tersebut meliputi kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar. Kesiapan belajar yaitu kesiapan murid untuk mempelajari materi yanga baru. Minat yaitu salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Profil belajar yaitu pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll. Tiga aspek tersebut digunakan untuk membuat pemetaan pada siswa.
    Selain tiga aspek di atas yang harus dilakukan guru. Guru juga harus mempunyai strategi yang harus dilakukannya. Dalam pembelajaran diferensiasi ada tiga strategi, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk.
    Apabila pembelajaran berdiferensiasi ini berjalan dengan baik, anak akan memilih pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga tercipta merdeka belajar. Menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dengan memberikan kebutuhan belajar yang variatif. Nantinya agar kita dapat mewujudkan profil pelajar pancasila.
    
      
 

Selasa, 13 Juli 2021

2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1

1. Menurut saya yang jadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran yang ada di sekolah saya adalah dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Dimana lingkungan belajar sangat berpengaruh untuk mendukung pendekatan berdiferensiasi. Dengan pendekatan ini guru sangat berperan penting karena harus menjadi pemimpin yang bisa mendukung tumbuhnya lingkungan belajar. Pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan nanti harus selalu memperhatikan tiga aspek kesiapan belajar anak, yang terdiri dari kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar. Selain itu saya juga harus memperhatikan strategi diferensiasi, yang terdiri dari diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk. Sehingga sebelum menetukan sebuah pembelajaran kita harus membuat pemetaan untuk dapat mengetahui kesiapan belajar anak.

2. Menurut saya yang sulit diterapkan adalah pada saat pembuatan pemetaan, mungkin karena belum terbiasa jadi suka lupa membuatnya. Selain pemetaan juga harus benar-benar memperhatikan aspek kesiapan anak. Apalagi dengan daring seperti ini dan untuk anak baru masuk sekolah (anak baru kita pegang), dimana kita sebagai guru belum begitu mengenal anak.

3. Dukungan yang saya perlukan andaikan terjadi kesulitan tersebut. Yang saya lakukan adalah mengajak kolaborasi kepada orang tua, menanyakan tentang anaknya. Selain juga berkolaborasi dengan guru yang sebelumnya mengajar anak tersebut yang pernah bertemu langsung dengan anak, menanyakan tentang anak tersebut. Juga meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah juga pengawas. Semua dilakukan untuk saling menguatkan. 
Akses dukungan tersebut saya dapat dari orangtua murid, teman sejawat, kepala sekolah dan pengawas, yang semuanya dapat mendukung untuk mengatasi kesulitan tersebut.

4. Insyallah bismillah saya berani, karena untuk pembelajaran harus berpihak pada murid. Murid dapat memilih apa yang mereka mau sesuai dengan bakat dan minat mereka. Apabila resiko tersebut tidak sesuai dengan kurikulum yang ada, maka saya akan berusaha membuat pembelajaran yang sesuai dengan bakat dan minat anak dengan tetap memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman anak. 

TERIMAKASIH


SALAM SEHAT DAN BAHAGIA SELALU.
CGP KOTA BALIKPAPAN ANGKATAN 2.
YUNITA RAMADHANI, S.Pd.